Ban Mobil Listrik Lebih Cepat Aus, Benarkah Demikian?

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ban Mobil Listrik Lebih Cepat Aus, Benarkah Demikian? (foto/momobil)

Ban Mobil Listrik Lebih Cepat Aus, Benarkah Demikian? (foto/momobil)

Sisipublik.com – Ban Mobil Listrik Lebih Cepat Aus menjadi anggapan yang cukup sering muncul seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. Banyak pengguna menilai usia pakai ban pada mobil listrik lebih pendek dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal atau Internal Combustion Engine (ICE).

Anggapan tersebut bukan tanpa alasan. Selain baterai dan motor penggerak, ban termasuk komponen yang menerima beban kerja tinggi setiap kali kendaraan bergerak. Bobot mobil listrik yang cenderung lebih besar membuat ban harus menopang tekanan yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak serta-merta membuat ban mobil listrik cepat rusak. Produsen kendaraan dan produsen ban telah melakukan berbagai penyesuaian agar performa dan daya tahan ban tetap terjaga.

Karakter Mobil Listrik Membuat Ban Bekerja Lebih Berat

Menurut Fisa Rizqiano, Head of Original Equipment (OE) Sales PT Bridgestone Tire Indonesia, mobil listrik memang memberikan tantangan tersendiri bagi ban. Bobot kendaraan yang lebih besar serta momen inersia yang tinggi menciptakan gesekan lebih besar saat kendaraan berakselerasi.

Ban Mobil Listrik Lebih Cepat Aus juga berkaitan dengan karakter torsi instan yang menjadi ciri utama kendaraan listrik. Saat pengemudi menginjak pedal akselerator, tenaga langsung tersalurkan ke roda sehingga ban menerima tekanan lebih besar, terutama pada fase awal akselerasi.

Baca Juga :  Terungkap! Segini Biaya Perawatan Baterai Mobil EV dan Hybrid yang Sering Diabaikan Pemilik

Selain itu, paket baterai berkapasitas besar yang ditempatkan di bagian bawah kendaraan menambah bobot keseluruhan mobil. Kondisi ini membuat ban harus bekerja ekstra untuk menjaga stabilitas, kenyamanan, dan keselamatan selama berkendara.

Karena alasan tersebut, produsen tidak menggunakan spesifikasi ban yang sama persis dengan mobil konvensional meskipun ukuran ban terlihat serupa.

Spesifikasi dan Material Ban Di rancang Khusus

Untuk menjawab kebutuhan kendaraan listrik, produsen ban menghadirkan spesifikasi yang berbeda. Salah satu penyesuaiannya terlihat pada load index atau kemampuan ban menahan beban.

Sebagai contoh, ukuran ban 215/55 R17 yang umum di gunakan pada kendaraan konvensional dapat memperoleh peningkatan load index ketika di pasang pada mobil listrik. Langkah ini membantu ban menanggung beban kendaraan yang lebih besar tanpa harus mengubah ukuran tapak secara signifikan.

Baca Juga :  Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 31 Mei 2026 Naik, Simak Daftarnya

Selain peningkatan kapasitas beban, produsen juga mengembangkan kompon atau material khusus. Teknologi tersebut bertujuan menjaga ketahanan ban sekaligus mendukung efisiensi energi kendaraan.

Ban Mobil Listrik Lebih Cepat Aus, Teknologi Jadi Kunci Solusi

Ban Mobil Listrik Lebih Cepat Aus memang memiliki dasar teknis karena kendaraan listrik membawa bobot lebih berat dan menghasilkan torsi instan yang tinggi. Meski begitu, perkembangan teknologi ban mampu mengurangi dampak tersebut secara signifikan.

Produsen kini merancang ban dengan tingkat gesekan yang lebih optimal sehingga energi tidak banyak terbuang selama kendaraan melaju. Hasilnya, efisiensi daya tetap terjaga dan jarak tempuh kendaraan dapat lebih maksimal.

Di sisi lain, struktur ban yang lebih kuat membantu menjaga keawetan meskipun harus menghadapi tekanan kerja yang lebih besar setiap hari.

Oleh karena itu, pengguna mobil listrik tidak perlu khawatir berlebihan. Selama menggunakan ban dengan spesifikasi yang sesuai dan melakukan perawatan rutin, ban kendaraan listrik tetap dapat memberikan umur pakai yang baik, sekaligus mendukung efisiensi serta kenyamanan berkendara. (J/*)

Berita Terkait

Hasil Australian Open 2026: Ana/Trias Lolos ke Final Setelah Kalahkan Wakil Taiwan
Lima Wakil Indonesia Siap Bertanding di Semifinal Australia Open 2026
Kanada dan Bosnia Berbagi Poin Piala Dunia 2026, Rekan Jay Idzes Nyaris Tambah Gol
Dominasi Timnas Voli Putri Indonesia Berlanjut, Lebanon Kalah Tiga Set di AVC Women’s Cup 2026
Korea Selatan Bangkit dan Kalahkan Republik Ceko di Piala Dunia 2026
Garuda Muda Belum Berhasil ke Final, Australia Menang Tipis Lewat Gol Akhir Laga
Piala Dunia 2026: Meksiko Raih Tiga Poin Perdana Usai kalahkan Afrika Selatan
Opening Ceremony Piala Dunia 2026 Digelar di Tiga Negara, Simak Jadwal Siaran Langsungnya
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:34 WIB

Hasil Australian Open 2026: Ana/Trias Lolos ke Final Setelah Kalahkan Wakil Taiwan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:30 WIB

Lima Wakil Indonesia Siap Bertanding di Semifinal Australia Open 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:50 WIB

Kanada dan Bosnia Berbagi Poin Piala Dunia 2026, Rekan Jay Idzes Nyaris Tambah Gol

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:00 WIB

Dominasi Timnas Voli Putri Indonesia Berlanjut, Lebanon Kalah Tiga Set di AVC Women’s Cup 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:27 WIB

Korea Selatan Bangkit dan Kalahkan Republik Ceko di Piala Dunia 2026

Berita Terbaru